Dosa besar Soeharto
Soeharto adalah sosok yang bisa meraih gelar sekaligus dalam militer serta merangkap jabatan.
Mulai dari Panglima AD, Pangkostrad, kemudian Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) di tahun 1965.
“Kebesaran Soeharto adalah sukses memborong tiga jabatan Panglima militer sekaligus hanya dalam dua minggu saja,” kata Hendardi.
Meski demikian, keadaan darurat tetap dijalankan di bawah komandonya.
Pada masa peristiwa 1965 sampai 1966, kata dia, sebanyak 500.000 warga sipil jadi korban pembantaian.
Adapun 1,6 juta orang dijebloskan ke penjara.
“Kebesarannya adalah catatan rekor jumlah korban pembantaian, serta penahanan warga negara secara sewenang-wenang,” ujar Hendardi.
Selain pembantaian, dosa besar Soeharto adalah invasi militer ke Timor Timur (1975-1976), memberlakukan Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh (1989-1998), pembunuhan misterius (1982-1984), dan pembantaian Tanjungpriok (1984).
Dari peristiwa itu, Soeharto menjadi jenderal besar pangkat bintang lima.
10 dosa besar Soeharto:
1.Soeharto menikam Bung Karno dari belakang;
2.Pembunuhan Massal tahun 1965;
3.Soeharto berdosa Memperkaya diri, keluarga dan Cina konconya saja;
4.Soeharto berkuasa melebihi Raja;
5.Soeharto menjadikan Indonesia HAM paling buruk di Dunia;
6.Manipulator sejarah merobohkan Gedung Proklamasi;
7.Dosa kepada pejuang Kemerdekaan dan ABRI;
8.Menggiring ABRI berpihak Golkar;
9.Membabat hutan untuk Bob Hasan dkk;
10.Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi Keuangan Yang Maha Kuasa
***

Komentar
Posting Komentar